Tumbuhan paku sudah
termasuk ke dalam tumbuhan kormus (Cormophyta) karena sudah memiliki
akar, batang, dan daun yang jelas. Akar pada paku bersifat seperti
serabut yang ujungnya dilindungi oleh kaliptra (tudung akar). Batang
pada sebagian besar paku tidak terlihat karena berada di dalam tanah
dalam bentuk rimpang. Akan tetapi, ada pula yang memiliki batang di
permukaan tanah yang bercabang, seperti pada Cyathea. Tumbuhan paku
tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan
daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui sekitar 10.000
(diperkirakan 3.000 diantaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar
tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan ini cenderung tidak
tahan dengan kondisi air yang terbatas. Tumbuhan paku ada yang hidup
sebagai saprofit dan ada pula sebagai epifit. Paku menyukai tempat
lembab (higrofit), dari kawasan pantai sampai di daerah pegunungan
tinggi. Pernahkah Anda melihat tanaman suplir atau semanggi? Tanaman ini
merupakan contoh dari
tumbuhan
paku. Tumbuhan ini terdapat di manamana (
kosmopolitan)
dan bentuknya berupa rerumputan, habitatnya menyukai tempat yang basah
atau lembar (
higrofit), ada juga yang hidup menempel pada pohon
(
epifit). Amatilah beberapa contoh
tumbuhan
paku pada Gambar 7.19!
Gambar 7.19 Beberapa
contoh tumbuhan paku
Ciri-Ciri Umum Tumbuhan Paku
(Pteridophyta). Daun pada tumbuhan paku tampak jelas. Daunnya
selalu melingkar dan bergulung pada usia muda. Tumbuhan berpembuluh
tidak berbiji memiliki dua macam bentuk daun, yaitu daun yang tidak
mengandung spora (tropofil), dan daun yang mengandung spora (sporofil).
Di bagian bawah sporofil terdapat banyak bulatan kecil berwarna
kecokelatan. Bulatan tersebut berkumpul membentuk struktur yang disebut
sorus (jamak: sori). Setiap sorus terdiri atas
banyak kotak spora yang disebut sporangium. Selain terdapat pada sorus,
sporangium juga terkumpul pada strobilus dan sporokarpium. Strobilus ini
merupakan sporangium yang membentuk struktur seperti kerucut. Sorus
yang masih muda akan terlindungi oleh indusium
Seperti yang kita lihat bahwa akar dan
batang (rizoma) tumbuhan paku terdapat di bawah tanah, akarnya
berbentuk serabut dan pada ujungnya terdapat kaliptra, ingatlah kembali
fungsi kaliptra! Daun-daunnya tumbuh ke atas dari rizoma. Akan tetapi,
ada beberapa jenis paku yang batangnya muncul di atas tanah, misalnya Cyathea,
Psilotum, dan Alsophyla. Seperti yang Anda temukan
tumbuhan paku ini mempunyai bentuk, ukuran, dan susunan daun yang
beraneka ragam, perhatikan Gambar 7.20 berikut ini!

Gambar
7.20 Macam macam tumbuhan paku
Ciri khas daun tumbuhan paku pada waktu
masih muda adalah menggulung, dan daunnya ada yang kecil yang disebut
dengan mikrofil, ada pula yang berukuran besar
yang disebut dengan makrofil. Pada umumnya
mikrofil berbentuk rambut atau sisik, tidak bertangkai, dan tidak
bertulang kecuali pada paku kawat dan paku ekor kuda. Sedangkan untuk
makrofil sudah bertangkai, bertulang daun, dan memiliki daging daun
(mesofil) yang terdapat stomata, jaringan tiang, dan bunga karang.
Jika kita amati beberapa jenis daun
paku, ada yang tidak menghasilkan spora yang disebut dengan tropofil,
disebut sebagai daun yang steril. Tropofil hanya berfungsi untuk
fotosintesis, tetapi ada yang menghasilkan spora yang disebut dengan sporofil
atau disebut daun fertil. Spora terdapat di dalam kotak
spora/sporangium, ada sejumlah sel penutupnya yang berdinding tebal dan
membentuk cincin yang disebut dengan annulus. Agar
lebih jelas amati Gambar 7.21 ini!
Gambar 7.21 (A) Sorus, (B) indusium, dan
(C) sporangium
Apabila dalam keadaan kekeringan, maka
annulus mengerut dan sporangium akan pecah, lalu spora tersebut akan
tersebar, bila lingkungannya cocok akan tumbuh menjadi individu baru.
Demikian juga bila ada embun yang membeku, maka daun-daunnya akan mati
tetapi akar dan batangnya masih hidup selama musim dingin tersebut, jadi
masih ada kemungkinan untuk hidup kembali. Akar tumbuhan paku berupa
akar serabut. Pada akar paku, xilem terdapat di tengah dikelilingi floem
membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris. Batangnya jarang
tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang (Alsopila sp. dan
Cyathea sp.). Batang paku kebanyakan berupa rhizoma.
Secara ringkas Tumbuhan paku memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
- Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar,
batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk
kormophyta berspora.
- Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi sudah memiliki
berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan
garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem
yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh
tumbuhan.
- Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di
perairan serta ada yang hidupnya menempel.
- d. Pada waktu masih muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan
bersisik.
- Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual
dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet
jantan dan gamet betina.
- Dalam siklus hidup (metagenesis) terdapat fase sporofit, yaitu
tumbuhan paku sendiri.
- Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih
dominan daripada fase gametofitnya.
- Memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof.